Jawaban singkat: Display & Video 360 (DV360) API v5 resmi hadir dalam tahap public beta per 22 Oktober 2026. Perubahan paling penting bagi agensi dan pengiklan korporat adalah penghapusan metode pengelolaan audiens Customer Match dari DV360 API, yang kini dialihkan ke Data Manager API terpadu. Selain itu, v5 menambahkan pengelolaan eksklusi video dan kanal YouTube pada tingkat pengiklan, struktur audience targeting baru untuk Demand Gen dan YouTube, serta dukungan format luar ruang digital (Digital Out of Home). Tim teknis agensi perlu mengaudit skrip integrasi sebelum mengalihkan integrasi produksi ke v5. Artikel ini tidak menyatakan tanggal penghentian v4.

Google Ads Developer Blog dan catatan rilis resmi Google for Developers memaparkan detail v5 sebagai pembaruan arsitektural. Artikel ini merangkum konsekuensi teknis bagi tim pemasaran digital, media planner, dan developer di Indonesia yang mengelola belanja programmatic lintas kanal.

Apa yang berubah pada arsitektur integrasi?

Pengumuman Google secara eksplisit menyebut pemindahan pengelolaan Customer Match ke Data Manager API. Namun, pengumuman tersebut tidak menjelaskan seluruh alasan internal pengembangan v5. Karena itu, jangan menganggap ringkasan berikut sebagai pernyataan Google tentang motif bisnis atau jadwal penghentian versi sebelumnya.

Bagi tim yang memakai otomatisasi, perubahan ini memisahkan dua pekerjaan: mengirim data pelanggan ke platform dan mengatur bagaimana audiens digunakan dalam kampanye. Inventaris kedua alur sebelum mengganti versi. Dashboard yang hanya membaca laporan belum tentu memiliki risiko yang sama dengan konektor yang menulis daftar pelanggan setiap malam.

Artikel ini ditujukan kepada pengelola DV360, bukan semua pengguna Google Ads. Pengiklan yang hanya menggunakan antarmuka web dan tidak memiliki konektor DV360 API perlu meminta konfirmasi vendor, bukan membangun integrasi baru tanpa kebutuhan.

5 Perubahan Utama dalam DV360 API v5 (Beta)

Berdasarkan perbandingan resmi antara rilis v4 (23 Juli 2026) dan rilis v5 beta (22 Oktober 2026), terdapat lima poin kritis yang wajib diaudit:

1. Migrasi Customer Match ke Data Manager API

Metode lama pada resource firstPartyAndPartnerAudiences seperti create dan editCustomerMatchMembers telah dihapus di v5. Bidang contactInfoList dan mobileDeviceIdList juga ditiadakan. Jika sistem CRM perusahaan Anda mengunggah segmen pelanggan otomatis via DV360 API, alur tersebut harus diarahkan ke Data Manager API.

2. Pengelolaan Eksklusi YouTube di Tingkat Advertiser

Catatan rilis menyebut kemampuan mengelola eksklusi video dan kanal YouTube pada tingkat advertiser melalui API. Periksa dokumentasi resmi untuk cakupan persisnya sebelum membangun automasi. Untuk eksklusi, ini membantu menerapkan kebijakan pengecualian; bukan jaminan seluruh risiko keamanan merek hilang.

3. Dukungan Digital Out of Home (DOOH) pada Insertion Order

v5 memperkenalkan nilai enum baru OUT_OF_HOME pada resource InsertionOrderType. Pengiklan programmatic kini dapat mengatur alokasi anggaran dan jadwal tayang media luar ruang digital melalui pipeline API yang terpadu dengan kampanye video dan display web.

4. Pembaruan Penargetan Audiens Demand Gen dan YouTube

Struktur penargetan audiens pada resource AdGroup ditata ulang. Bidang lama pada TargetingExpansionConfig seperti audienceExpansionLevel dan audienceExpansionSeedListExcluded dihapus, digantikan oleh pemisahan tipe target yang lebih eksplisit seperti TARGETING_TYPE_LOOKALIKE_AUDIENCE, TARGETING_TYPE_CUSTOM_LIST, dan TARGETING_TYPE_COMBINED_AUDIENCE.

5. Penyesuaian verifikator pihak ketiga dan enum lama

Catatan rilis menghapus field adloox dan nilai PARTNER_COST_TYPE_ADLOOX serta PARTNER_COST_TYPE_ADLOOX_PREBID, sambil menambahkan field peer39 dan nilai biaya Peer39. Catatan rilis juga menghapus beberapa enum yang sebelumnya ditandai usang, termasuk nilai ContentRatingTier dan beberapa versi SDF lama. Daftar lengkap ada di catatan rilis; periksa sebelum mengubah konfigurasi.

Tabel Audit: Perbedaan v4 vs v5 untuk Agensi

KomponenStatus di DV360 API v4Status di DV360 API v5 (Beta)Tindakan Teknis Tim Agensi
Customer Match CRMDikelola via firstPartyAndPartnerAudiencesDihapus; pengelolaan diarahkan ke Data Manager APIAudit pipeline sebelum berpindah ke v5
Eksklusi YouTubeTidak dibahas dalam sumberPengelolaan di tingkat AdvertiserBuat skrip audit brand safety berkala otomatis
Digital Out of HomeTidak dibahas dalam sumberDukungan insertion order DOOH ditambahkanUji coba alokasi anggaran DOOH terintegrasi
Targeting Demand GenField ekspansi audiens lamaRefactor targeting audiensPerbarui payload pembentukan AdGroup
Client Libraryv4 libraryUpdate ke library terbaru pendukung v5Perbarui dependensi package (Python/Node/Java)

Dampak untuk Pengiklan dan Brand di Indonesia

Bagi sebagian besar pengiklan skala menengah di Indonesia, interaksi harian dengan DV360 dilakukan melalui antarmuka web (UI). Namun, bagi perusahaan telekomunikasi, perbankan, e-commerce, dan agensi media digital terkemuka di Jakarta yang mengoperasikan in-house bidding tool atau automasi pelaporan, rilis v5 membawa konsekuensi nyata:

  1. Pisahkan beta dan produksi: Google memperingatkan bahwa perubahan yang tidak kompatibel masih dapat terjadi selama beta. Jangan mengganti konektor produksi hanya karena versi baru sudah tersedia. Tentukan cakupan pengujian, pemilik keputusan, dan jalur pemulihan terlebih dahulu.
  2. Tinjau penggunaan data pelanggan: Dokumentasi Data Manager API menyebut confidential matching dan teknologi enkripsi. Fitur tersebut tidak otomatis membuktikan kepatuhan perusahaan terhadap UU PDP. Evaluasi dasar pemrosesan, persetujuan yang diperlukan, akses staf, serta retensi data bersama penanggung jawab privasi. Artikel ini bukan nasihat hukum.
  3. Konfirmasi inventaris DOOH: Penambahan tipe insertion order tidak membuktikan semua inventaris videotron Indonesia tersedia di akun Anda. Periksa dukungan akun, kesepakatan pemasok, dan ketentuan pembelian sebelum menjanjikan penayangan kepada klien.

Checklist 5 Langkah Audit Integrasi Agensi

Lakukan pemeriksaan bertahap ini bersama tim teknologi dan operasional media Anda:

  1. Audit Repositori Skrip: Cari pemanggilan method editCustomerMatchMembers atau akses ke resource firstPartyAndPartnerAudiences di seluruh repositori automasi agensi.
  2. Evaluasi Akun Data Manager API: Periksa persyaratan akses, izin, dan format payload pada dokumentasi Data Manager API. Gunakan lingkungan terisolasi yang memang didukung akun; jangan mengasumsikan sandbox tersedia. Jangan mengunggah data pelanggan riil untuk eksperimen tanpa dasar pemrosesan dan izin yang sesuai.
  3. Tinjau Daftar Negatif YouTube: Inventarisir saluran YouTube sensitif atau konten berisiko rendah konversi yang selama ini dimuat manual, lalu siapkan automasi berbasis Advertiser Exclusion.
  4. Perbarui Client Library Resmi: Naikkan versi SDK Google API client library di environment staging dan jalankan regression testing terhadap skrip pelaporan performa harian.
  5. Konfirmasi Stabilitas Beta: Karena v5 berstatus publik beta, pantau catatan rilis untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin tidak kompatibel sebelum statusnya dideklarasikan generally available (GA).

Bagaimana menguji migrasi tanpa mengubah kampanye aktif?

Mulai dengan inventaris akses baca. Catat project, identitas aplikasi, versi API, resource yang dipanggil, serta jadwal tugas. Simpan konfigurasi tanpa menyertakan token atau data pribadi dalam dokumen audit. Jika beberapa klien berbagi kode yang sama, tandai dependensi bersama agar satu pembaruan tidak diam-diam berdampak pada seluruh akun.

Berikutnya, buat pemetaan payload dari struktur lama ke struktur baru. Gunakan contoh konfigurasi yang sudah disamarkan. Bandingkan nama field, tipe data, nilai enum, dan hak akses. Kegagalan pada tahap pemetaan lebih murah diperbaiki daripada perubahan yang sudah menulis penargetan ke akun produksi. Jangan sekadar mengganti string versi pada URL endpoint.

Uji pertama harus membuktikan bahwa aplikasi dapat membaca resource yang benar dengan otorisasi yang sesuai. Uji berikutnya memeriksa transformasi data secara lokal sebelum mengaktifkan operasi tulis. Catat respons gagal, batas percobaan ulang, dan cara mencegah pekerjaan ganda. Jangan mengulang permintaan tulis secara membabi buta ketika respons jaringan tidak jelas.

Untuk alur audiens, pisahkan keberhasilan penerimaan permintaan dari keberhasilan pemrosesan. Respons berhasil pada satu tahap belum membuktikan segmen siap dipakai atau menghasilkan konversi. Tetapkan indikator teknis sesuai dokumentasi endpoint yang benar-benar digunakan, lalu minta operator media memastikan konfigurasi tujuan. Hindari menjadikan angka penjualan harian sebagai satu-satunya tes integrasi.

Bukti apa yang harus masuk tiket penerimaan?

Simpan daftar metode yang terdampak, hasil pengujian tersamarkan, serta keputusan terhadap tiap integrasi. Tiket dinyatakan belum lulus jika masih ada field yang dihapus di payload v5, akses yang terlalu luas, atau perbedaan penargetan yang tidak dijelaskan. Keberhasilan kompilasi SDK saja tidak membuktikan kesetaraan kampanye.

Untuk eksklusi YouTube, bandingkan daftar yang diharapkan dengan hasil pembacaan konfigurasi. Periksa konteks advertiser yang benar, bukan hanya jumlah item. Dua daftar dengan jumlah sama dapat berisi video atau kanal berbeda. Buat persetujuan perubahan terpisah agar pengujian tidak berubah menjadi penambahan pengecualian tanpa pengetahuan media planner.

Untuk pemulihan, dokumentasikan versi aplikasi sebelumnya dan konfigurasi yang disetujui. Pemulihan kode tidak selalu membatalkan perubahan yang sudah ditulis ke platform. Karena itu, operasi tulis perlu memiliki catatan sebelum dan sesudah serta penanggung jawab rekonsiliasi. Jika hasil berbeda, hentikan perluasan migrasi sampai sumber perbedaannya diketahui.

Kapan tim sebaiknya menunda migrasi?

Tunda ketika fitur baru tidak diperlukan, cakupan beta belum cocok dengan kebutuhan, atau tim belum mampu memonitor kegagalan. Menunda bukan berarti mengabaikan pembaruan: tunjuk pemilik pemantauan release notes dan simpan inventaris integrasi tetap mutakhir. Jangan menyatakan versi lama akan aman selamanya; konfirmasi dukungannya melalui dokumentasi resmi saat keputusan dibuat.

Urutan yang masuk akal adalah inventaris, pemetaan, pengujian terisolasi, persetujuan operator, kemudian peluncuran terbatas jika kondisi mendukung. Tahapan ini merupakan rekomendasi operasional Socta, bukan persyaratan tambahan Google. Ukur hasilnya dari konsistensi konfigurasi dan keberhasilan alur data, bukan klaim otomatis bahwa versi baru akan menurunkan biaya iklan.

Mengelola infrastruktur periklanan dan aset digital memerlukan ketelitian teknis agar investasi pemasaran tidak terganggu kesalahan sistem. Hubungi Socta untuk mendiskusikan kebutuhan website, pengukuran, dan koordinasi teknis dengan pengelola kampanye Anda. Ruang lingkup implementasi DV360 perlu disepakati tersendiri, bukan diasumsikan termasuk layanan standar. Bila tim Anda membutuhkan evaluasi arsitektur website dan pelacakan konversi, pelajari juga layanan website Socta serta artikel kami tentang audit Google Tag Gateway.

Sumber primer dan tanggal pemeriksaan

  1. Google Ads Developer Blog: Announcing beta launch of Display & Video 360 API v5. Diterbitkan oleh Trevor Mulchay, Display & Video 360 API Team, 22 Oktober 2026; diakses 25 Oktober 2026.
  2. Google for Developers: Display & Video 360 API Release Notes. Catatan rilis v5 beta tanggal 22 Oktober 2026; mendokumentasikan daftar method yang dihapus dan field baru; diakses 25 Oktober 2026.
  3. Google for Developers: Data Manager API Overview. Dokumentasi resmi antarmuka terpadu penyerapan data pihak pertama Google untuk audiens dan konversi; diakses 25 Oktober 2026.